Tatanan kehidupan baru akan segera dimulai, sejalan dengan pemberlakuan kebiasaan baru, atau disebut dengan ‘The New Normal’. Berbagai pedoman telah disosialisasikan pemerintah dengan melibatkan penggunaan teknologi untuk membantu berkomunikasi dan beradaptasi selama masa new normal, sehingga implementasi Information and Communication Technology (ICT) di berbagai industri semakin tidak bisa dihindari, seiring dengan kebutuhan perusahaan untuk tetap bertahan di tengah pandemi. ICT merupakan kunci penting transformasi digital pada Industri 4.0, terutama di saat physical distancing diberlakukan di kalangan masyarakat dan pelaku ekonomi.

Thermal Detection
Pemberlakuan new normal di Indonesia membuat para pengelola gedung perbelanjaan dan perkantoran diharapkan melakukan berbagai persiapan dalam mencegah penyebaran Covid-19. Salah satu tindakan pencegahan yang sangat disarankan adalah penggunaan thermal detection atau alat pengukur suhu tubuh.

Sayangnya thermal detection yang kini banyak digunakan masih sangat tergantung pada peran manusia sehingga pengoperasiannya masih terbatas pada kehadiran petugas. Sebuah perusahaan Indonesia yakni PT Nutech Integrasi, menyediakan thermal detection yang terintegrasi pada tablet dengan face recognition yang akan mencegah pintu akses terbuka, ketika seseorang yang memiliki gejala demam dengan suhu di atas 37,50 C mencoba masuk. Selain itu, sistem ini juga akan memberi peringatan jika seseorang tidak mengenakan masker. 

Teknologi Nutech Integrasi yang merupakan anak usaha TelkomMetra ini mampu merekam data 30 ribu wajah ke dalam satu perangkat, lengkap dengan nama yang terdaftar di dalam database dan kemudian mengirimkan ke pusat data serta memberikan notifikasi kepada petugas yang terkait.

Layanan Kesehatan
DIGIClinic merupakan aplikasi sistem informasi manajemen persembahan dari Telkom bersama anak usahanya, AdMedika. Aplikasi ini berbasis web service yang diperuntukkan bagi pelayanan dokter pribadi maupun klinik. Dengan struktur jaringan berbasis web, hal ini memungkinkan DIGIClinic dapat diakses kapan saja dimana saja melalui smartphone serta perangkat komputer.

Pada masa pandemi Covid ini, saat yang tepat bagi fasilitas kesehatan seperti dokter pribadi dan klinik untuk memanfaatkan sistem informasi yang dapat mengintegrasikan proses adminitrasi sehingga mudah untuk diakses dari mana saja dan kapan saja. Every time, everywhere, oleh manajemen. Sekaligus dapat melakukan efisiensi SDM dan fungsi lainnya

Keunggulan DIGIClinic adalah tidak diperlukannya instalasi, mudah dikembangkan, terintegrasi dengan BPJS, dilengkapi dengan fitur SMS gateway, serta tersedianya pilihan pembayaran online melalui channel DIGIClinic. Untuk dapat menggunakan solusi DIGIClinic, fasilitas layanan kesehatan cukup melakukan proses registrasi dengan mudah pada portal www.digiclinic.id lalu meng-upload beberapa dokumen administrasi sesuai dengan petunjuk. Apabila sudah terdaftar, fasilitas kesehatan dapat memilih jenis paket berlangganan yang sesuai dengan jenis fasilitas kesehatan tersebut. Tersedia dua jenis paket, yaitu paket untuk dokter praktek dan paket untuk klinik. Paket berlangganan tersedia dengan pilihan durasi berlangganan bulanan, tiga bulanan, dan tahunan. Kemudian, langkah terakhir yang perlu dilakukan adalah dengan memilih metode pembayaran yang tersedia. Selanjutnya DIGIClinic akan memberikan notifikasi melalui email yang telah didaftarkan sebelumnya bahwa layanan telah dapat digunakan.

ERP
Bagi para pengusaha, new normal memberikan tantangan baru saat diberlakukan protokol physical distancing di lingkungan kantor, dengan pengaturan hanya 50% saja yang diperbolehkan masuk kantor untuk memberikan jarak interaksi antar karyawan. Maka pengaturan ini memerlukan kerja kolaborasi dengan sistem administrasi yang dapat beradaptasi antar karyawan, baik yang masuk di kantor dengan mereka yang masih work from home (WFH).

Situasi ini membuat perusahaan membutuhkan penerapan Enterprise Resource Planning (ERP) sebagai sebuah aplikasi manajemen bisnis yang memudahkan pengelolaan bisnis secara terintegrasi. ERP mengintegrasikan berbagai sistem informasi di dalam perusahaan dan menyediakan informasi secara real-time tentang proses bisnis.

Seperti pada software DIGIERP yang mampu memantau sumber daya perusahaan seperti laporan keuangan, akuntansi, penjualan, pembelian, inventory, aset dan manajemen sumber daya manusia secara online berbasis cloud yang dapat diakses oleh semua karyawan kapan dan dimana saja, tanpa harus melakukan instalasi. DIGIERP merupakan aplikasi ERP berbasis web hasil rancangan Telkomsigma yang berada dibawah naungan TelkomMetra. Dan saat ini, DIGIERP menjadi layanan ERP berbasis web milik TelkomGroup.

Digital Signature
Agar DIGIERP bisa mendukung kinerja perusahaan di era new normal lebih maksimal, maka dibutuhkan Digital Signature atau tanda tangan digital yang berfungsi sebagai tanda tangan elektronik untuk membuktikan keaslian identitas si pengirim dari suatu pesan atau dokumen. Dengan begitu sistem administrasi perkantoran bisa beroperasi secara digital tanpa terkendala oleh dokumen yang belum ditandatangani atau pengiriman yang tertunda.

Tanda tangan digital dapat memberikan jaminan terhadap keamanan dokumen dibandingkan dengan tanda tangan biasa. Di dalam tanda tangan digital terdapat kunci publik dan kunci privat yang dikeluarkan oleh sebuah badan yang bernama CA (Certification Authority) agar perjanjian tidak akan pernah bisa diubah oleh siapapun, kecuali oleh para pihak yang terikat dalam perjanjian tersebut. 

Karena itu tanda tangan digital memiliki kekuatan hukum dan akibat hukum yang sah pada dokumen elektronik dan transaksi elektronik. Seperti yang tercantum pada pasal 11 Undang-Undang ITE—Undang-Undang yang mengatur tentang informasi serta transaksi elektronik atau teknologi informasi secara umum.

TelkomSigma yang menjadi anak usaha TelkomMetra, bekerja sama dengan Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) telah memperkenalkan Peruri Sign, sebuah platform tanda tangan digital yang terdiri atas informasi elektronik yang diimplementasikan dengan sertifikat elektronik.  

TelkomSigma dikenal juga sebagai perusahaan Data Center dan Managed Service (Cloud) yang telah memperoleh berbagai penghargaan, salah satunya Indonesia Cloud Infrastructure Service Provider of The Year in Cloud Category dari lembaga konsultan bisnis internasional, Frost and Sullivan pada 2018. Penghargaan ini bisa menjadi pengakuan atas kehandalan TelkomSigma dalam mengelola dan melindungi Data Center serta Cloud.

Keempat teknologi ICT di atas membuktikan bahwa transformasi digital sangat dibutuhkan oleh semua perusahaan dalam beradaptasi dan melewati tantangan dengan baik. International Data Corporation (IDC) pun memperkirakan total investasi perusahaan pada transformasi digital akan meningkat sekitar 20% hingga tahun 2023. Dengan penetrasi ponsel pintar dan diikuti dengan pembangunan infrastruktur komunikasi Indonesia yang terus dilakukan oleh pemerintah, maka bukan tidak mungkin Indonesia bisa meningkatkan peringkat ICT di Asia Tenggara.