
Perkembangan industri berhasil menciptakan teknologi Internet of Things. Lalu apa itu Internet of Things (IoT) dan bagaimana perannya terhadap industri? Internet of Things adalah koneksi antara alat atau perangkat dengan internet untuk mengirimkan data kepada pusat informasi agar membantu berbagai proses industri. Kita bisa melihat konsep ini mulai dari kendaraan otomatis hingga sensor temperatur.
Jadi singkatnya IoT adalah perangkat yang terkoneksi dengan jaringan internet tanpa terbatas dengan kendala geografis. Selain menjadi faktor penting dalam transformasi digital, IoT juga dapat memberi berbagai keuntungan untuk berbagai bisnis.
Riset McKinsey mengatakan digitalisasi yang terjadi pada big data dan Internet of Things bisa mendorong pendapatan sebanyak USD 120 miliar atas hasil ekonomi Indonesia pada 2025. Sekitar seperempat dari angka ini akan dihasilkan oleh sektor industri.
Seperti pada distribusi vaksin yang sangat membutuhkan pelacakan lokasi dan suhu secara simultan dengan sensor khusus secara real-time, baik selama vaksin dalam pengiriman maupun penyimpanan.
Pelacakan aset ini memungkinkan perusahaan dengan mudah menemukan dan memantau aset mereka di sepanjang rantai pasokan, misalnya mulai dari bahan baku, produk akhir, dan wadah, untuk mengoptimalkan logistik, mempertahankan tingkat persediaan, mencegah masalah kualitas, dan mendeteksi pencurian.
Salah satu industri yang sangat bergantung pada pelacakan aset adalah logistik. Dalam skala besar, sensor membantu melacak lokasi kapal di laut, dan dalam skala yang lebih kecil, mereka dapat memberikan status dan suhu masing-masing kontainer kargo.
Selain pelacakan aset, Penggunaan IoT sangat berguna bagi perusahaan berbasis industri manufaktur untuk menjaga perawatan berkala pada aset perusahaan, sehingga meminimalisir troubleshooting atau kerusakan pada mesin secara tidak terduga. Akibatnya, lini produksi akan terhenti hingga. Sistem berkemampuan IoT dapat mendeteksi tanda-tanda peringatan, penggunaan data untuk membuat jadwal waktu pemeliharaan, dan terlebih dahulu perawatan peralatan sebelum masalah terjadi.
Pemanfaatan teknologi IoT ternyata bisa membuat sektor tambang jauh lebih aman dan menghemat sumber daya yang dibutuhkan. Perusahaan tambang membutuhkan kehadiran Internet of Things dan layanan Cloud untuk mengoperasikan sensor alat-alat tambang,
Penggunaan teknologi IoT dan Cloud bisa membantu menentukan kapan dan di mana harus melakukan pengeboran atau menambang, menemukan lokasi yang terjadi kebocoran, atau bahkan memantau ketersediaan bahan bakar. Teknologi terkini bahkan mampu menerapkan IoT pada helm pekerja tambang, sehingga bisa memunculkan tampilan data di kaca helm untuk membantu mengambil keputusan saat kegiatan penambangan.
Penerapan IoT sebenarnya bukan tanpa tantangan, berbagai tantangan muncul dikarenakan hadirnya maupun implementasi dari teknologi tersebut. Karena kehadiran teknologi ini juga harus dibarengi dengan kesiapan sumber daya manusia sebagai pengguna dari teknologi dalam memanfaatkan data agar bisa dimanfaatkan secara maksimal.
Data yang dihasilkan dari proses pemanfaatan IoT seringkali berisi mengenai informasi yang berharga bagi industri. Oleh sebab itu, keamanan data menjadi tantangan yang sangat berat di era revolusi industri. Bahkan di banyak kasus data mining yang berlebihan dan tidak memperhatikan privasi serta etika akan menimbulkan permasalahan yang serius. Terutama pada penerapan IoT yang digunakan pada smart home yang menggunakan teknologi voice recognition.
Untuk menjawab tantangan seperti di atas, tentu dibutuhkan rekanan yang memiliki integritas tinggi dan kemampuan melindungi database.
Nah, berbagai penghargaan dari lembaga internasional, seperti penghargaan yang telah diperoleh beberapa anak usaha TelkomMetra, mulai dari PINS, Telkomsigma dan Telkomtelstra bisa menjadi salah satu cara bagi pemilik perusahaan mengidentifikasi performa dari rekanan yang bisa dipercaya.