Kontribusi sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) saat ini berperan besar dalam peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Berdasarkan data Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, dalam lima tahun terakhir ini saja kontribusi UMKM meningkat menjadi 60,34% dari jumlah sebelumnya yaitu sekitar 57,84%. Selain itu dari data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah mengungkapkan bahwa UMKM ternyata mampu menyerap 97% dari total tenaga kerja dan 99% dari total lapangan kerja. Pada 2018 saja, UMKM tercatat sebanyak 64,2 juta unit.

Sayangnya prestasi di atas belum ditunjang oleh adopsi transformasi digital dalam proses bisnis UMKM Indonesia. Berdasarkan data dari CISCO APAC SMB Digital Maturity Index tahun 2019, Indonesia menjadi negara yang masih menduduki peringkat dua terakhir dari 14 negara Asia Pasifik terkait kesiapannya dalam transformasi digital. Padahal Kementerian Komunikasi dan Informatika mencatat, sudah ada 10,3 juta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), nelayan dan petani yang terhubung dengan platform digital pada 2018, dari total sekitar 64,2 juta UMKM di Indonesia.

Dengan pola perilaku masyarakat Indonesia yang sudah mengarah pada kehidupan digital, wajar jika riset yang dilakukan oleh McKinsey mengatakan bahwa adopsi teknologi dapat mendorong pertumbuhan UMKM hingga dua kali lipat. 

Untuk perusahaan kecil dan menengah, transformasi digital telah membawa peluang yang tidak terbayangkan untuk membantu mereka menjadi lebih gesit dan berkembang, dan membuat mereka berada pada kompetisi persaingan yang jauh lebih besar. International Data Corporation (IDC) pun memperkirakan total investasi perusahaan pada transformasi digital akan meningkat sekitar 20% hingga tahun 2023.

Cloud Services & Data Center

Cloud computing dan data center adalah enabler utama dari transformasi digital yang membantu perusahaan menghasilkan inovasi teknologi seperti big data analytics, machine learning, augmented reality, chatbots, internet of things (IoT), dan banyak lagi. Pada tahap awal transformasi, layanan cloud dan data center menyediakan dukungan bagi perusahaan dalam membuat aplikasi di berbagai platform tanpa harus melakukan penyesuaian infrastruktur yang terlalu rumit.

Anak usaha TelkomMetra yang akan membantu perusahaan dalam penggunaan Cloud Service dan Data Center adalah Telkomtelstra dan Telkomsigma. Telkomsigma memiliki layanan CloudA yang diperuntukkan pada UMKM dengan variasi paket dan harga yang ditawarkan sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Sementara Telkomtelstra juga memiliki layanan Cloud Azure Stack yang bisa digunakan untuk Usaha Kecil dan Menengah seperti startup dan developer dalam pembuatan aplikasi agar membantu program pemerintah dalam menciptakan 1.000 teknopreneur.

Automation

Untuk meningkatkan efisiensi kerja dengan akurasi tinggi, banyak perusahaan sudah menggunakan software berbasis Enterprise Resources Process (ERP). Dengan algoritma yang canggih, maka software secara otomatis akan menjalankan program terintegrasi untuk melayani dan mendukung berbagai fungsi di dalam perusahaan secara konsisten sehingga membantu kita untuk fokus pada membangun relasi tanpa menghabiskan waktu dalam pekerjaan yang berulang-ulang. 

Metrasys Sebagai salah satu anak usaha TelkomMetra, telah lama berperan sebagai gold partner untuk software SAP yang berbasis ERP, dengan menyediakan solusi mulai dari implementasi hingga pengoperasian SAP. Untuk solusi ERP bagi usaha kecil dan menengah, SAP memiliki Business One yang fitur dan produk layanannya bisa disesuaikan, bahkan untuk para pebisnis rumahan. 

Internet of Things

Automation diprediksi juga akan terjadi pada penggunaan perangkat. Diperkirakan akan ada 20 miliar perangkat yang terhubung di dunia pada tahun 2021, maka Internet of Things (IoT) akan dibutuhkan perusahaan untuk terus mengelola lebih banyak infrastruktur dan mengumpulkan data serta menampilkan analisis yang membantu proses bisnis menjadi lebih baik. 

PT Pins Indonesia (PINS) merupakan anak usaha TelkomMetra yang bergerak di bidang IoT dengan berbagai skala layanan, mulai dari skala besar seperti pada layanan Smart City, hingga skala kecil seperti pada Smart Living dan Smart Building yang bisa menjadi solusi bagi startup yang bergerak pada bisnis pengelolaan tempat tinggal dan gedung kantor, seperti Coworking Space.

Komitmen TelkomMetra untuk mendukung UMKM Indonesia juga bisa dilihat dari produk anak usahanya, yaitu MD Media dan Metraplasa. MD Media telah dikenal sebagai pengelola Digital directory Yellowpages yang telah membantu UMKM selama lebih dari 30 tahun. Sementara Metraplasa memiliki situs e-Commerce Blanja.com yang telah membantu menjual lebih dari 500 juta produk dari 30 ribu wirausaha UKM dari seluruh Indonesia. 

Meski manfaat dari transformasi digital begitu besar pada perkembangan usaha, namun riset Deloitte pada 1.000 perusahaan di tahun 2019 lalu, menunjukkan bahwa masih ada kendala UMKM dalam memulai transformasi digital. Terutama pada kecemasan masalah keamanan dan privasi yang ternyata dirasakan oleh 31 persen perusahaan. Sementara biaya menjadi masalah kedua yang dihadapi oleh 28 persen perusahaan. 

Dengan perhitungan yang efisien dan pemilihan partner yang tepat, tentu pelaku UMKM bisa meminimalisir kendala di atas, dan bisa terus fokus pada pengembangan perusahaan untuk mendapatkan keuntungan lebih dari transformasi digital serta masuk ke dalam persaingan bisnis yang lebih besar.