Kemajuan era teknologi dan digital tentunya sudah semakin dimaksimalkan untuk segala kebutuhan, sebut saja untuk berkomunikasi, menjaga eksistensi, hingga menjalankan bisnis. Apalagi saat pandemi datang, hampir semua aktivitas umat manusia dilakukan menggunakan berbagai macam produk digital.
Seperti yang kita tahu, 2021 dipenuhi dengan booming teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), Cloud Computing, Internet of Things (IoT), Virtual Reality (VR), Augmented Reality (AR) dan Cryptocurrency. Maka diperkirakan tahun 2022, kemajuan di dunia digital akan semakin meningkat, berkembang pesat dan memasuki babak baru. Terlebih lagi dengan ramainya kemunculan Metaverse selama beberapa bulan terakhir dan menjadi topik yang sedang diperbincangkan oleh banyak orang dari berbagai belahan dunia. Lantas, apa itu Metaverse?
"Metaverse” adalah istilah yang dibentuk dari dua kata yang digabungkan, yaitu Meta dan Universe. Kata Meta mempunyai arti melampaui dan Verse yang diambil dari Universe umumnya dipakai untuk melukiskan konsep literasi internet di masa depan, yang terdiri atas ruang virtual 3D dan terhubung ke alam semesta virtual.
Konsep dunia virtual sebenarnya bukan hal baru. Dalam dunia game, baik online atau offline, kita sudah sering menemuinya. Beberapa tahun lalu, fitur AR juga sudah diterapkan di game Pokemon Go dan fitur VR pada game simulator The Sims yang sempat populer pada masanya.
Hadirnya Metaverse ibarat wish come true, pasalnya hidup layaknya game The Sims di dunia virtual bukan sekadar isapan jempol belaka. Di Metaverse, pengguna dapat melakukan berbagai kegiatan, serta berinteraksi dengan sesama pengguna layaknya di dunia nyata; bermain, bekerja, belajar, ibadah, berbelanja, dan kegiatan manusia lainnya dapat dilakukan secara online lewat dunia virtual seperti ini.
Untuk melakukan berbagai kegiatan di Metaverse, dibutuhkan alat pendukung untuk masuk ke dalam dunia virtual tersebut. Komputer dan handphone bisa menjadi alat pendukung untuk masuk ke dalam Metaverse. Fitur tambahan seperti teknologi VR, AR bahkan XR (Extended Reality) akan lebih membantu. Bukan tidak mungkin 5 atau 10 tahun ke depan, manusia kian beradaptasi dengan perkembangan zaman dan menjalani dua dunia di waktu yang sama.
Melirik Potensi Cuan dan Bisnis di Metaverse
Apakah Metaverse hanya terbatas untuk platform game saja? Jawabannya tentu saja tidak. Dunia teknologi kian berkembang, mendorong transformasi digital di Indonesia dan dunia, tak terkecuali perekonomian. Seiring dengan berkembangnya Metaverse, peluang investasi baru terbuka lebar, mulai dari tanah digital, hingga karya/barang digital. Hal ini pun disambut antusiasme investor, terlebih dengan adanya kecanggihan cryptocurrency, mata uang digital. Relasi keduanya merujuk pada fungsi kripto dan NFT (Non-Fungible Token) yang bisa dijadikan sebagai alat pembayaran berbagai transaksi di dunia virtual, Metaverse.
Bagi para pelaku bisnis, Metaverse menawarkan sejumlah kelebihan yang bisa membantu bisnis menggaet lebih banyak konsumen. Pasalnya, pengguna Metaverse yang masuk ke dunia virtual menggunakan virtual reality (VR) memungkinkan mereka untuk mencoba dan mengeksplorasi berbagai produk secara langsung. Artinya, Metaverse memungkinkan untuk beraktivitas/bertransaksi lintas geografis sehingga dapat memudahkan pelanggan untuk membeli produk atau jasa yang ditawarkan.
Tidak seperti internet yang merupakan ruang digital yang kita masuki setelah menyalakan sesuatu, Metaverse cenderung merupakan penggabungan dunia nyata dan dunia maya dengan transisi yang mulus. Melihat banyaknya hal yang bisa dilakukan di Metaverse, dapat dikatakan bahwa dunia virtual Metaverse ini merupakan transformasi digital dan evolusi kehidupan manusia di masa yang akan datang. Jadi, sudah siap masuk ke era Metaverse?